Meningkatkan Pemberdayaan Muslimah
Puisi Penggugah Motivasi
FALLUJAH TIDAK MERINTIH
Dentuman bom membabi buta
Deru tank-tank sentak merentak
Bising pesawat memekak telinga
Muntahkan peluru sahut menyahut
Fallujah telah luluh lantak
Oleh nafsu serakah para biadab
Ulah manusia tiada nurani
Liar bak binatang buas kelaparan
Fallujah bersimbah darah dan air mata
Didera senjata tangan-tangan kotor
Bangsa terlaknat tak beradab
Tanpa malu berjoget diplatar derita
Tapi…..
Fallujah takkan merintih….
Kan terus meradang hinggga darah penghabisan
Fallujah merebakkan wewangi firdausi
Dari buncahan darah para syuhada
BANGUN…PERGI ….DAN BERGERAKLAH!!!!
Bila kaki enggan melangkah
Ingatlah pada panggilan dawah
Satu jalan menuju mardhatillaah
Pastikan gerak itu tak salah langkah
Wahai pejuang……Melangkahlah
Menuju masa depan penuh barakah
Bangun kembali peradaban nan megah
Biarkan intuisimu segar mekar merekah
Berangkatlah
Bawalah melodi staqafi penguat ruh
Sentuhkan ke relung kalbu nan pasrah
Hadirkan irama orkestra penggugah
Padukan simponi suci, suntingan lisan daiyah
Bergeraklah…….!!!!
Jangan ragukan gempita syahdu…. kalam ilahi
Alunkan senandung Qur’ani…..penggugah jiwa rabbani
Nyanyikan gelora mahabbah…..penggugah cinta sejati
Bahanakan derap perjuangan …..penggugah jihad fi sabili
ALLAHU AKBAR….ALLAHU AKBAR….ALLAHU AKBAR
PERGI…….BERANGKAT………….DAN BERGERAKLAH
Jangan pernah berhenti…karna diam tak boleh terjadi
Demi estafeta perjuangan dawah ini…..kita harus berdiri
Demi kokohnya amanah rabbani……..kita harus pergi
Demi tegaknya dien di muka bumi… ..kita bahkan harus berlari
Demi jannah yang telah menanti…… kita semua harus bangkit
OH……..NAD
( fenomena alam adalah pelajaran berharga, Nangroe Aceh Darusalam)
Guncang sekejap, menghentak…mengejutkan
Enyahkan segala kemegahan yang pernah menjulang
Meski masih menyisakan rumah-rumah suci simbul imani
Yang lain…merata, menyatu….membumi
Pongahpun, hilang……lebur merayap
Angkuhpun luluh lantak ….melata
Bersimpuh, tunduk merunduk…tanpa kata
Adalah ungkapan pilu lantaran tak lagi bernyali
Memohon ampun tak terperi dari sang Pemberi
Inginkan perlindungan penuh sejadi-jadi
Harapkan rengkuhan erat yang melegakan
Janganlah nestapa terus berlarut dan menjadi-jadi
Sandang pangan bergulung bersama gelombang
Harta benda terhampar meluncur ditelan samudra
Sanak saudara turut pergi tak tentu ladang rimbanya
Nyawa pada hari itu masihkah ada harganya?
Nafas pada hari itu, masih bisakah diperpanjang?
Bolehkah berharap syahid bila esok tak lagi datang?
Inilah bahasa takdir, kehendak Sang Empu bumi
Dan ketika daya dan kekuatan tak lagi berarti
Hanya tengadah wajah dan satukan jemari
Pada Yang Pengasih sang pemberi belas kasih
Berilah tabah bersama rintihan suratan nasib
Berilah pasrah bersama helaan duka bertindih
BERKELIT
Khauf ra’jaku mengejar cintaMu, ya…Allah
Tak segempita pemberianMu ………padaku
Kau limpahi aku dengan berjuta kemudahan
Kau ilmui aku dengan selangit pengetahuan
Kau fahamkan aku dengan berlapis kebenaran
Kau sejahterakan aku dengan berrangkai kenikmatan
Namun tak jua aku berlari menuju haribaanMu
Malah melangkah dengan gontai seakan tiada daya
Dan berkelit aku dengan alasan tiada waktu
Seruan tuk mendekatMu terhenti di telinga dan terhela
Tilawahku tersendat bercecer-cecer
Oleh alasan kerja yang menyibukkan
Sempurnakan tartil dan hikmat terasa penat
Wirid pagi petangku bagai lampu pijar
Tiada asa tiada rasa, hambar tak hadir ke jiwa
Shaum sunnahku masih berhenti sebatas keinginan
Infaq sedekahku terbata-bata bagai tanpa keikhlasan
Jangankan jihad, sedikit amal menuntut banyak pahala
Mengapa “berkelit” terus mengungkung memburu
Bukankah neraka jahanam itu sungguh mengerikan
Bukankah Surga firdaus nan indah itu jadi dambaan
Bukankah berjumpa denganNya tlah jadi impian
…………………………………………………..
Hampiri Dia, dapatkan curahan cintaNYa….
Sujud padaNya, agungkan asma-asmaNYa
Genapkan dikalbu, rapatkan dalam jiwa.
Rasakan keteduhan berada dekat denganNya